Posted in Uncategorized

Surat Kepada Ketua Fokma

Assalamu’alaikum Wr Wb

Yang terhormat ketua Fokma. Perkenalkan, saya seorang pembantu Rumah Tangga. Alhamdulilah, kemarin saya hadir dalam acara Gebyar Kreatifitas Muslimah di Dewan Anwar Mahmud Fakultas Sains UKM. Selamat yah bu, acaranya begitu meriah. Itu dapat mewujudkan bahwa kita pun bisa terlihat dan berbuat baik saat berada di negara orang.

Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan suara hati saya kepada ibu. Sedikit pertanyaan, kenapa seolah-olah FOKMA itu ”milik” pekerja Kilang saja. Apa memang dari dulu tidak pernah membuka cabang untuk merambah kepada para pekerja Rumah Tangga?. Kalau di lihat, FOKMA sudah begitu hebat dan sukses menjadikan para pekerja Kilang yang begitu aktif dalam kajian juga kegiatan-kegiatan lainnya. Bahkan, tidak hanya terbatas di Sungai Way saja tetapi sudah merentasi beberapa Negeri di Malaysia. Termasuk di Negeri Sembilan dan beberapa Negeri lainnya dan kalau tidak salah sasaran selanjutnya adalah di Johor.

Ibu ketua, bolehkah kiranya kami,

para pekerja rumah tangga ada kesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan FOKMA?. Berilah kami ruang dan peluang untuk mencari sedikit ilmu, supaya kegiatan kami tidak monoton hanya sebatas mencari Ringgit saja. Pergerakan pekerja rumah tangga sangat terbatas, itu yang menjadikan kami selalu tidak tahu info-info yang ada. Bahkan saya sendiri juga mengetahui FOKMA setelah dua tahun berada di Malasysia. Dan mungkin, lebih banyak lagi para pekerja Rumah Tangga yang tidak mengetahui keberadaan FOKMA. Berbeda sekali dengan para pekerja Kilang, yang kebanyakan dari mereka berpendidikan minimal adalah SMU bahkan, tidak sedikit yang Diploma lihat saja para kandidat Muslimah Award bahkan ada yang D3.

Selama acara berlangsung, saya cukup bangga dan terharu. Bangga, karena di tengah-tengah kesibukan para panitia (terdiri dari para ibu Rumah Tangga juga para Mahasiswa) dan para pekerja Kilang yang bekerja selama 12 jam sehari, masih bisa mengadakan acara yang begitu meriah dan sangat bermanfaat. Tentunya, bukan kerja mudah. Terharu, karena di tengah-tengah para muslimah itu amat sangat sedikit sekali pekerja Rumah Tangga. Kapankah agaknya para pekerja rumah tangga ini merubah imej yang sudah melekat?. Selama ini yang kita dengar, para pekerja Rumah Tangga yang selalu di anaiaya, tidak di bayar gajinya, yang lari dari majikan, yang mencuri harta majikan juga yang menjadi korban jual beli manusia moderen.

Sekian surat saya. Bilamana ada kata-kata yang salah, mohon kiranya maafkan saya. Sekian dan terimkasih

Hormat Saya: Eli Yuliana

Posted in Uncategorized

Surat Buat Mbak HTR (Helvy Tiana Rosa)

Surat Buat Mbak HTR (Helvy Tiana Rosa)

Assalamu’alaikum Wr Wb

Mbak, maaf baru sempat up date blog. Semoga mbak baik-baik aja dan makin produktif lagi dalam tulisannya. Yang belum kenal ama mbak HTR, sedikit aku kasih info tentangnya. Beliau, lahir di Padang pada 2 April 1970 (bener gak mbak?). Dan beliau juga pendiri FLP. FLP didirikan pada tahun 1997, sehingga tahun 2005 pesertanya sudah mencapai 5000 lebih (70% dari padanya adalah muslimah) dan tersebar lebih dari 135 kota termasuk di luar Negeri, diantaranya, Amerika, Mesir, Belanda, Singapura, Hongkong, Singapura dan beberapa negara lainnya. Akan segera menyusul adalah Paris dan yang baru di resmikan adalah FLP Malaysia pada tanggal 23 Maret kemarin. Semoga apa yang mbak lakukan bisa menjadi amal Jariyah, seperti apa yang pak Taufik Ismail bilang, ”FLP adalah hadiah dari Syurga untuk Indonesia.”

Sedikit cerita, pertemuan kemarin di UKM adalah untuk yang ke dua kalinya aku ketemu ama mbak. Pertama kali ketemu, di Rumah Dunia kira-kira tiga tahun yang lalu mungkin mbak dah lupa tapi, aku masih inget karena waktu itu aku sempat foto-foto ama mbak, mas gg, mbak Tias, kang Qijing, kang Firman, teh Najwa dan temen-temn Rumah Dunia yang lain. Kalau kemarin, aku gak sempet foto ama mbak. Sebenernya, bukan gak sempet tapi, karena aku gak ada kamera mau nebeng malu. Maklum, dari sebagaian peserta yang datang pembantunya hanya beberapa orang saja. Lagian, aku lihat mbak juga sibuk banget dah ngelebihin artis eui… di kerubutin kanan kiri. Kalau panitia nggak nyelametin mbak, mungkin sampai sore kali .

Tentang pembantu dari Hongkong yang mbak ceritakan itu, aku dah pernah baca di rumahdunia.net. Waktu baca itu, aku sedih banget dan aku beberapa kali menceritakan itu kepada teman-teman ku. Ternyata, aku beruntung mendapatkan majikan yang baik tapi, ada ketikanya saat kita berada di zon selesa (aman) kita menjadi tidak bisa berfikir karena tidak banyak tantangan. Aku masih inget kata-kata terakhir dalam tulisan mbak, ”kelak akan pulang ke Indonesia bukan sebagai seorang pembantu tapi, sebagai seorang penulis”. Kata-kata mbak untuk pemenang lomba cerpen Hongkong itu menjadi semangat buat aku. Waktu itu, di Malaysia belum ada FLP. Waktu kemarin denger mo ada launching FLP aku seneng banget. Itulah yang aku bela-belain datang ke UKM padahal, aku gak tahu sama sekali dan gak pernah pergi ke UKM (walaupun numpang temen, alhamdulilah sampai juga). Juga tentang Faiz anak mbak, aku pernah denger ceritanya dari teh Najwa sahabat saya ketua FLP Serang.

Kita tahu, acara kemarin seolah-olah khusus hanya untuk pekerja kilang. Lihat saja dari kandidat muslimah award, ke enam-enamnya adalah pekerja kilang. Mungkin, FOKMA harus melebarkan dakwahnya kepada pekerja Rumah Tangga. Dan saya berharap, keberadaan FLP Malaysia tidak hanya terbatas untuk para Mahasiswa saja atau pekerja Kilang saja.

Posted in Uncategorized

Gebyar Kreatifitas Muslimah

Acara yang di adakan oleh FOKMA (Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia) bekerja sama dengan PPIM (Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia) UKM, merupakan acara yang khusus di adakan untuk para muslimah khususnya para pekerja Kilang dan Pelajar yang ada di rantau. (Pembantu gak termasuk lho, soale kemarin emang kagak ada pembokat kecuali aku dan temen aku kali ). Acara ini juga merupakan acara puncak pengumuman pemenang lomba-lomba yang telah di adakan pada tanggal 24 Februari untuk anak-anak Kilang.. Jujur aja, sebenernya aku sedih banget karena gak ada satu pun komunitas aku yang ikut andil dalam acara ini. Semoga saja di tahun-tahun yang akan datamg, FOKMA juga melebarkan sayap dakwahnya untuk para pekerja rumah tangga. Tidak hanya terbatas pada pekerja kilang saja.

Acara yang tadinya akan di mulai jam 08.30 am ternyata, molor juga. Kayaknya, itu dah biasa deh :D. Aku dateng nebeng temen (malam sebelumnya aku nginep di rumah beliau, makasih banyak yah bu, pak dan teh Imas ). Waktu baru dateng, suasana Dewan masih agak sepi hanya para panitia yang sibuk di meja penerima tamu dan baru beberapa peserta yang baru dateng. Aku dateng, kayaknya dah jam 08.30an gitu deh, soalnya berangkat dari Setiawangsa dah jam 08 am. Sekedar jadi peserta, jadi Cuma isi buku tamu, ambil kupon masuk deh.

Tidak lama setelah itu, acara di mulai. Pertama, biasa pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an yang di bacakan oleh seorang anak kecil. Aku lupa namanya siapa, yang pasti, dia anak cowo, umurnya kira-kira tujuh tahunan gitu dah gitu tanpa Mushaf lagi! Keren banget khan…??? Walaupun Tajwidnya banyak kesalahan… Abis itu, menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, jadi inget waktu sekolah tapi, kali ini rasa terharu juga soalnya, berada di negara orang. Terus sambutan-sambutan, banyak yang ngasih sambutan. Pertama, dari Ketua panitia, kedua dari Ketua FOKMA, ketiga dari Ketua Atase Tenaga Kerja KBRI (Bapak Teguh Hendro Cahyono), inget aja kata-kata bapak atase ini, dia sangat bangga dengan acara yang di adakan oleh FOKMA. keempat dari Ketua Persatuan Darma Wanita KBRI (Ibu Marita Roza SH, bener gak yah namanya…??? kalau salah teh hapunteun pisannya…) Kalau gak salah, ibu ini isteri dari Kedubes RI, ibu Marita Roza bilang, ”Diplomasi bukanlah milik diplomat tapi, milik seluruh umat” Itulah inti dari sambutan Isteri bapak Tatang.

Acara demi acara bergulir, di selang selingi dengan nasyid oleh para Muslimah Kilang ada juga kabaret oleh anak-anak Indonesia (namanya apa yah? Aku lupa…), terus sesi bicara sastera bersama mbak Helvy dengan moderator oleh ka Rahmawati Latief. Acara ini seru banget tapi sayangnya gak buka sesi tanya jawab ama peserta. Padahal, di kepal ku dah banyak pertanyaan. Mbak Helvy cerita macam-macam dari anaknya, terus FLP Hongkong yang kebanyakan anggotanya adalah para pembantu rumah tangga kapan yah Pembantu Indonesia di Malaysia ada perubahan…???). Terus, persembahan Puisi, musik gerak dan lagu dan yang paling keren adalah persembahan tari saman yang berasal dari Aceh oleh mahasiswa UKM Indonesia. Ngelihat tari Saman ini, asli! Ribet abiz! Kayaknya, latihannya susah kali yah?

Nah yang paling keren adalah acara kemuncak yaitu pengumuman nama-nama kandidat yang akan mendapatkan Muslimah Award 2008 (keren amir yah, kayak Anugrah AMI Award gitu lho) Kalau di lihat sekilas, acara ini gak jauh beda ama award-award yang lain Cuma, sekalanya aja lebih kecil. Kalau gak salah, dari 130an lebih angket dan enam orang inilah yang berhasil masuk seleksi dan akan di cari lagi mana yang paling baik diantara yang terbaik. Acara ini, tentunya masih khusus untuk anak-anak Kilang. Seru juga lihat acara ini, kayak pemilihan Puteri Indonesia aja. Para Jurinya juga senior-senior lho, ada mbak Helvy, ada sarjana Sosiologi, terus ketua Darma Wanita tadi (terusnya, aku lupa deh soale, aku ora nyatet, maklum, wartawan bodrek ).

Setiap peserta, di suruh mengambil kertas satu-satu dan itulah yang akan jadi pertanyaannya. Juri hanya memberikan waktu 3 menit saja. Pertanyaan itu, kadang mudah tapi, karena ada di depan panggung tentu aja para peserta nervous. Yang palin lucu adalah pertanyaan kepada peserta nomor dua. Pertanyaan mudah tapi tidak mudah juga untuk yang tidak tahu. ”Berapa biaya pembuatan Passport Indonesia di KBRI dan berapa lama.” Muslimah nih, bingung maklumlah, dulu Passport yang urusin agent. Jawaban Muslimah nih, biayanya, RM.700, waktunya 1 bulan. Bu Kedutaan langsung jawab, yang bener adalah, biaya pembuatan, RM. 22 dan waktunya adalah 3 jam saja. Semua peserta yang ada di Dewan tertawa. Dalam hati aku, waktunya memang 3 jam tapi, nunggu dan ngantri di situ bisa dari subuh bahkan, bisa dua hari karena saking banyaknya manusia yang ingin memperpanjang Passport dan sarana fasilitas yang tidak memadai.

Acara di tunda makan siang dan Shalat dhuhur. Setelah selesai shalat dhuhur, aku kembali ke Dewan ngelihat mbak HTR lagi di kerubutin fansnya. Pengen juga foto ama dia tapi, kamera aja kagak ada. Akhirnya, aku duduk diam aja sambil menikmati makanan siang dan memperhatikan gelagat mereka yang sedang berfoto. Hari itu, Dewan Anwar Mahmud bermandikan cahaya kilauan kamera kalau mbak HTR gak di selametin ama ketua panitia mungkin, para fansnya masih pada pengen foto bareng. Aku sih ngaden-ngademin hati aku aja, aku masih ada ko foto aku ama mbak HTR 3 tahun yang lalu waktu di Rumah Dunia.

Waktu terus bergulir, tibalah pengumuman pemenang lomba-lomba. Aku ikut juga lomba menulis surat untuk Ibu tapi sayang, kecundang oei…hehehe… Dan pemenang Muslimah award 2008 adalah jatuh kepada Fitriyah, pekerja Kilang Digital Western dari Sungai Way. Wah, selamat yah mbak, semoga ia menjadi tonggak untuk mbak selalu berdakwah dan berkarya untuk menjadi muslimah yang Aktif, Kreatif dan Produktif. Kapan yah agaknya para pekerja rumah pada punya agenda yang bermanfaat…??? PR untuk saya.