Posted in Uncategorized

kEADILAN

Bila sang mentari dan setiausahanya
Berbuat jahat di bumi ini
Begitu juga hakimnya dzalim dalam memutuskan
Celaka, sungguh celaka dan celakalah
Bagi hakim bumi ini
Karena nanti ada hakim langit yang menghukumnya

Syeikh Ath-Thantawi

Sesungguhnya panggung kehidupan dunia ini belum lagi sempurna; pasti ada sebuah panggung kedua. Sebab kita semua melihat di sini orang yang dzalim dan di dzalimi namun kita tidak dapatkan keadilan, orang yang menang dan yang kalah namun kami tidak mendapatkan balasan yang pasti. Maka pasti ada alam lain yang akan menyempurnakan keadilan. Immanuel Kant, seorang ahli filsafat dari Jerman yang mengakui keadilan di alam lain. Ini sangat sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Az-Zummar ayat 69:
” Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan di berikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan di datangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan di beri keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak di rugikan”.

Posted in Uncategorized

Untuk Pemuda

Wahai orang-orang yang menyerukan kebenaran, yang berniat hendak memajukan bangsa dan tanah airnya.

Wahai orang-orang yang tidak sayang darah dan nyawa untuk mencapai bahagia dan kemerdekaan, yang hendak melepaskan aniaya dan belenggu, yang hendak menegakkan keadilan dan kebenaran!

Dengarlah himbauanku, aku hendak menunjukkan suatu jalan supaya maksud yang mulia itu tercapai!

Terangkanlah kepada orang ramai, kepada pendengar nasihatmu, kepada pembaca-pembaca tulisanmu, kepada rakyat yang sudi mengikutimu terangkanlah kepada mereka, bahwa Allah senantiasa melihat dan menjaga gerak-geri mereka selama-lamanya.

Terangkanlah kepada setiap pemerintahan yang berkuasa berlaku adilah memerintah. Sebab kedzaliman harus di pertanggungjawabkan di hadapan Yang maha Kuasa.

Terangkan sampai terasa kepada hakim-hakim, bahwa jika mereka menghukum dengan dzalim, perkara ini kelak akan di buka kembali di hadapan Allah.

Terangkan kepada orang berniaga, bahwa jika mereka menipu, tipuannya selalu di lihat Tuhan, tidakkah dia malu.

Terangkanlah kepada mereka semua bahwa besar dan kecil semuanya dalam penjagaan dan penglihatan Tuhan. Dengan jalan demikian akan tercapailah oleh manusia bahagia dan kemenangan.

Wahai seluruh manusia yang cinta pada tanah airnya, yang ingin supaya bangsanya maju dan tanah airnya mulia! Pakailah kepercayaan, supaya tercapai kemuliaan yang di ingini. Kalau tuan-tuan merasai lemah untuk memperbaiki otak angkatan yang sekarang, sebab telah terlalu rosak, perbaikilah otak angkatan yang akan datang, yaitu pemuda-pemuda.

Di Petik dari; Tasawuf Modern oleh, Prof. Dr. Hamka

Posted in Uncategorized

Amir Nasif Bn Haznizam, Seorang Yang Penakut


Amir Nasif Bn Haznizam, Seorang Yang Penakut

Umurnya baru tujuh tahun, dia lahir pada tanggal Juni 2001. Sekarang dia dah derjah 1, kalau di Indonesia SD kelas 1. Amir nih, kalau mau apa-apa jarang minta langsung ama aku. Dia selalu nyuruh Wawa, kayaknya Amir takut dech ama aku. Mungkin, aku ini galak kali yah…???. Tapi gak selalunya nyuruh wawa sih, kadang, dia juga minta langsung ama aku. Amir nih korban dari permen dan coklat, giginya dah abis. Orang Jawa bilang, gigi Amir gupis. Abis dia suka banget ama permen dan coklat, eh tapi, di mana-mana anak kecil emang suka ama yang gituan khan…???

Walaupun cucu lelaki yang paling besar, Amir penakut. Kalau naik atas atau turun bawah, dia minta Wawa temankan. Atau kalau cuci tangan di dapur terus gak ada orang, biasanya dia langsung lari. Tak jarang aku kejutkan dia, aku sembunyi di sebelah kulkas terus aku kagetin. Kesian juga kalo lihat di terkejut (hehehe… boleh juga khan jahilnya???) Terus, kalau marah jarang di lampiasin ke orangnya. Dia akan pendam, terus menghentak-hentak apa yang ada di dekat dia, lama-lama baru nangis. Amir cukup pemalu kalau di luar, tidak mudah rapat dengan orang. Tapi, dia terlalu baik. Waktu baru awal-awal masuk sekolah Amir di bekalkan uang jajan RM.2. Tahu temennya gak bawa uang, dia bagi RM.1 untuk temennya. Mungkin itu saja yang ku ceritakan tentang Amir.

Posted in Uncategorized

Arwa Bt Haznizam, Pemberani dan berdikari

Arwa Bt Haznizam, Pemberani

Arwa, dia ni adik Amir umurnya baru lima tahun. Harusnya dia sekolah Tadika, tapi sekarang dia ada di rumah aja dengan aku. Berbeda dengan abangnya, Arwa atau Wawa dia pemberani gak penakut seperti Amir. Wawa berani naik turun tanpa di temani. Dan Wawalah korban Amir, yang selalu di suruh-suruh menemani dan kadang di suruh Amir meminta roti telur ama aku. Kadang, Wawa juga di suruh minta permen ama aku, padahal, aku gak ada. Yang sama dari mereka berdua adalah, mereka suka makan nasi telur dengan kecap. Kalau marah juga gak jauh beda.

Wawa suka bersolek, maklum, cewe gitu lho!. Dia juga rajin bantuin aku kalau aku angkat jemuran. Itu kalau aku di tinggal di rumah bertiga aja. Aku, Wawa dan Aufa. Dia juga pinter jagain Aufa kalau aku buatkan susu untuk dia. Kalau Cuma bertiga, kadang aku lihat kayaknya dia bt juga di rumah terus. Paling nonton TV, kalo dah gitu, kadang aku ajak keluar rumah. Itupun Cuma di teras doank. Abis aku risih kalau mau keluar-keluar semenjak ramai kasus penculikan. Wawa kalau dengan aku biasa-biasa aja tapi, kalau dengan Mama dia pasti akan merengek-rengek.

Posted in Uncategorized

Nuha Nabila Bt Haiyan, Nak ke Tak Nak

Nabila, umurnya baru empat tahun. Dia nih jenis yang aleman. Mainan dia, gak boleh temennya pinjem gitu aja kecuali mood dia lagi baik. Kalau gak…??? Bakalan nangis tuh. Nabila dah biasa di temenin, jadi kalo main kadang harus di temenin juga. Atau terkadang, kalau aku lagi gosok baju dia akan main-main di situ juga ama adiknya. Terus, kalau aku di dapur juga kadang dia nungguin di dapur. Aku rasa dia dah terbiasa saat di Nussery. Mak cik yang jaga Nabila dengan Arief aku rasa sungguh bijak. Keibuan, lembut dan penuh sabar. Mungkin karena pengalamannya yang bertahun-tahun menjaga anak-anak.

Nabila jarang aku jaga, kecuali Abah dan Mamanya keluar kota. Atau abahnya saja keluar kota. Walaupun begitu, Nabila pun cukup akrab dengan aku. Ada ketikanya dia tahu kalau Mamanya menitipkannya ama aku jadi, setiap apa yang ia mau selalu minta ama aku. Dulu, waktu masih dua tahunan Nabila pun suka di gendong juga. Terus, suka berebut ama adiknya. Gak jarang juga minta gendong berdua sekaligus ama Arief. Waduh, pingsan aku… Dia selalu bilang, ”nak dokong sama-sama.” Walaupun baru empat tahun, Nabila dah pinter nulis nama dia, dah hapal abjad dan dah bisa tambahan.

Nabila ni agak susah, terkadang, dia yang buat orang dulu tapi dia yang ngambek. Terus lama-lama nangis, ini yang susahnya…Kalau Nabila ngambek atau marah kadang dia ngumpet di bawah meja. Lain kalau ada Mamanya. Kalau ada Mamanya, biasanya dia akan menangis. Tapi, tak jarang juga Nabila merajuk. Dia nih, kalau dah ngambek semua tak kena. Kadang dia buat juga ama aku gitu. Kayak waktu itu, bajunya basah ama Arief dia pun menangis. Aku gosok, gak boleh. Akhirnya aku buka, bukan jadi betulnya dia malah menangis. Aku pakein lagi gak mau. Akhirnya, aku tinggal jemur baju. Bukan semakin betul, malah tambah banyak salahnya. Nabila semakin kuat menangis, ”Nak pake baju” Ujarnya sambil menangis. Aku pun deketin dia mo pakein baju, tapi dia tak nak. Berulang-ulang kayak gitu. Akhirnya aku deketin lagi, ”nak ke tak nak?, nak pake sini ka Eli pakaikan, kalo tak nak, ka Eli dah tak nak pakaikan!”. Suaraku mulai meninggi. Terkadang, perlu dengan sedikit ancaman. Emang anak-anak, kadang kalau dengan mereka kita pun harus berubah jadi anak-anak juga.