Posted in Uncategorized

BBM naik lagi?

Wajah Sebuah Negeri

Inilah wajah sebuah negeri
Negeri kelahiranku, negeri tercinta
Negeri Indonesia

Yang tiap harinya ada kelaparan
Yang tiap harinya ada kemiskinan
Yang tiap harinya ada penganiayaan
Yang tiap harinya ada pembunuhan Bahkan,
Yang tiap harinya ada korupsi
Yang tiap harinya penipuan terjadi di seluruh pelosok negeri

Dari tukang kuli, sampai orang yang berdasi
Di manakah keberkahan sebuah negeri…???

Bumi Allah, 10 Desember 2007
20:51

Sepertinya, di negaraku akan semakin banyak kelaparan dan kemiskinan Kerusuhan dan kejahatan. Di atas, sebuah petikan puisi ku, saat aku pulang ke Indonesia tahun kemarin. Betapa keputusan pemerintah menaikkan harga BBM akhir bulan ini sungguh mengecewakan rakyat. Meskipun protes di mana-mana, Pemerintah tetap tak bergeming.

Menurut Kwik Kian Gie, tidak betul Masyarakat memperoleh subsidi dari harga BBM. Pemerintah sudah mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda dengan menjual Bensin Rp.4500.00/liter. Beliau mau berdebat dengan siapa saja nyatanya, mereka dia saja ujarnya.

Menurut Ekonom dan anggota DPR Drajat Wibowo, “bohong pernyataan yang menyebutkan APBN akan jebol kalau harga BBM tidak di naikkan.” Ia perihatin, begitu harga BBM naik harga semua kebutuhan pokok akan naik pula. Maka, rakyat yang selama ini daya belinya sudah merosot, menjadi korban (itu mah pasti atuh pak…) Lihat saja, semakin banyak orang yang makan nasi aking, makin banyak orang yang akan kekurangan makanan. Lihat saja kasus di Makassar, seorang Ibu hamil meninggal karena berhari-hari tidak menemui makanan, Innalillahi… Di manakah tuga BPS

Posted in Uncategorized

BBM naik lagi?

Wajah Sebuah Negeri

Inilah wajah sebuah negeri
Negeri kelahiranku, negeri tercinta
Negeri Indonesia

Yang tiap harinya ada kelaparan
Yang tiap harinya ada kemiskinan
Yang tiap harinya ada penganiayaan
Yang tiap harinya ada pembunuhan Bahkan,
Yang tiap harinya ada korupsi
Yang tiap harinya penipuan terjadi di seluruh pelosok negeri

Dari tukang kuli, sampai orang yang berdasi
Di manakah keberkahan sebuah negeri…???

Bumi Allah, 10 Desember 2007
20:51

Sepertinya, di negaraku akan semakin banyak kelaparan dan kemiskinan Kerusuhan dan kejahatan. Di atas, sebuah petikan puisi ku, saat aku pulang ke Indonesia tahun kemarin. Betapa keputusan pemerintah menaikkan harga BBM akhir bulan ini sungguh mengecewakan rakyat. Meskipun protes di mana-mana, Pemerintah tetap tak bergeming.

Menurut Kwik Kian Gie, tidak betul Masyarakat memperoleh subsidi dari harga BBM. Pemerintah sudah mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda dengan menjual Bensin Rp.4500.00/liter. Beliau mau berdebat dengan siapa saja nyatanya, mereka dia saja ujarnya.

Menurut Ekonom dan anggota DPR Drajat Wibowo, “bohong pernyataan yang menyebutkan APBN akan jebol kalau harga BBM tidak di naikkan.” Ia perihatin, begitu harga BBM naik harga semua kebutuhan pokok akan naik pula. Maka, rakyat yang selama ini daya belinya sudah merosot, menjadi korban (itu mah pasti atuh pak…) Lihat saja, semakin banyak orang yang makan nasi aking, makin banyak orang yang akan kekurangan makanan. Lihat saja kasus di Makassar, seorang Ibu hamil meninggal karena berhari-hari tidak menemui makanan, Innalillahi… Di manakah tuga BPS

Posted in Uncategorized

Belajar Dari TKW Hongkong

Saat dunia ada di tangan, saat alam maya ada di genggaman mungkin, segala sesuatunya akan terasa mudah. Bersyukur pada Allah yang telah menganugerahkan akal kepada manusia hingga terciptalah sebuah kemajuan teknologi seperti di zaman ini. Sudah begitu lama ketika aku menginginkan memiliki teman di Hongkong. Teman sesama TKW yang aku dengar dari ceritanya lebih maju kwalitas SDM nya, yang lebih keren dari para majikannya (soalnya, majikannya gak pernah nerbitin buku n kebanyakan TKW Hongkong adalah anggota FLP yang cukup produktif) cieh… jadi iri aku πŸ™‚ Jangan heran ketika para TKW di Hongkong memiliki Note Book sediri. Karena kebanyakan dari mereka memiliki educational yang cukup tinggi.

Alhamdulilah puji syukur ku panjatkan ketika aku bisa mengenali mereka, saat aku bisa menyapa mereka meskipun hanya setakat kata-kata. Aku seneng banget, ada Nia, Irma makasih teman kalian banyak mengajari aku. Mengajari aku untuk berani menghadapi hidup dan mengajari aku supaya berani. Tidak mudah ketika kita harus memulai langkah sendiri tanpa ada dukungan juga dorongan dari teman-teman yang sejati. Semoga silaturrahmi ini membawa berkah dan rahmat Amin…

Posted in Uncategorized

Belajar Dari TKW Hongkong

Saat dunia ada di tangan, saat alam maya ada di genggaman mungkin, segala sesuatunya akan terasa mudah. Bersyukur pada Allah yang telah menganugerahkan akal kepada manusia hingga terciptalah sebuah kemajuan teknologi seperti di zaman ini. Sudah begitu lama ketika aku menginginkan memiliki teman di Hongkong. Teman sesama TKW yang aku dengar dari ceritanya lebih maju kwalitas SDM nya, yang lebih keren dari para majikannya (soalnya, majikannya gak pernah nerbitin buku n kebanyakan TKW Hongkong adalah anggota FLP yang cukup produktif) cieh… jadi iri aku πŸ™‚ Jangan heran ketika para TKW di Hongkong memiliki Note Book sediri. Karena kebanyakan dari mereka memiliki educational yang cukup tinggi.

Alhamdulilah puji syukur ku panjatkan ketika aku bisa mengenali mereka, saat aku bisa menyapa mereka meskipun hanya setakat kata-kata. Aku seneng banget, ada Nia, Irma makasih teman kalian banyak mengajari aku. Mengajari aku untuk berani menghadapi hidup dan mengajari aku supaya berani. Tidak mudah ketika kita harus memulai langkah sendiri tanpa ada dukungan juga dorongan dari teman-teman yang sejati. Semoga silaturrahmi ini membawa berkah dan rahmat Amin…

Posted in Uncategorized

Wawa, Emak Nenek

Yang ini, mak cik Wawa dan pak cik Amir. Mak cik Wawa nih cerewet, kaya nenek-nenek makanya, di julukin Mak Nenek (maksudnya, mbah buyut gitu, :D) yang ngasih julukan bukan aku tapi, mama nya kalo gak salah. hehehe… Pertanyaan Wawa nih, aneh2. Pening kepala kadang aku ngejawabnya.
“Ka Eli suka kartun ya” Tanyanya
“Suka” jawabku singkat. Tanpa syak wasangka ato buruk sangka
“Ka Eli nih, macam budak-budak lah suke tengok cite kartun” Lihat tuh, kirain aku nanya biasa aja eh, malah ngeledekin aku. Aku jawab aja
“Iya, ka Eli kaya anak-anak, Wawa kaya mak Nenek” dia pun tertawa dengar jawaban aku. Mak cik Wawa nih, asli reporter tanpa bayaran. Suka buat report ama siapa aja.

Kalo pak cik Amir, lain lagi. Dia nih pendiam sikit. Tapi, penakut juga πŸ˜€ pokoke, beda banget ama Mak cik Wawa. Pak cik Amir, sory lah gak bisa nulis banyak-banyak ka Eli dah ngantuk… πŸ˜€