Saling Membutuhkan

Saling Membutuhkan

“Mbak Ana, kenapa sih bisa lama kerja ama Bu Murni?. Apa sih rahasianya?”. Tanya seorang Ibu tetangga majikanku, sewaktu aku masih bekerja di Indonesia. Aku tersenyum mendengar pertanyaannya.
“Saling membutuhkan bu. Saya butuh uang dan majikan saya membutuhkan tenaga saya”. Jawab ku singkat. Ibu itu tersenyum. Kasihan juga dengan tetangga majikan ku ini, selama aku kerja dengan bu Murni sudah tiga kali Dia bertukar pembantu.

Saling membutuhkan, itulah keterkaitan antara majikan dan pembantu yang harus di terapkan. Jikalau sudah tidak ada lagi saling membutuhkan antara satu dengan yang lain, tentunya hubungan antara keduanya tidak lagi harmonis dan tidak adalagi saling menghargai. Sebaik manapun majikan itu dan sebagus manapun kerja pembantu seolah-olah tidak lagi bermanfaat antara keduanya. Tidak hanya membutuhkan, saling memahami antara pembantu dan majikan juga sangat perlu.

Kalau pembantu sudah tidak mau lagi bekerja dengan majikan, berbicaralah dengan terbuka. Berilah pemahaman kepada majikan. Yakinlah bahwa kejujuran yang kita utarakan meskipun menyakitkan ia akan memberikan kebahagiaan. Mungkin lebih baik dari pada bekerja tapi, dengan terpaksa tiada keikhlasan atau ketulusan.

06/13/2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s