Bait Rindu

Bu,

Kadang, bahkan sering

Terukir rindu

Tanpa kutemu

Di mana ujung pangkalnya

Bu,

Sesekali, perasaan ini terusik

Dan kerap berbisik

Aku merindumu

Pada setiap helaian waktu

Bu,

Ingin bahkan sangat

Aku menumpah rinduku

Pada pelukmu yang hangat

Tapi, sungguh jarak menjadi penyekat

Padahal,

Aku ingin memelukmu erat-erat

Bu,

Inginnya aku

menuliskan bait rindu

Pada setiap barisan kata

Menyusunnya, satu demi satu

Menjadi sebuah puisi rindu untukmu

Bu,

Maka ketika kususun kalimat ini satu demi satu

Aku tergugu pilu

Aku tahu,

Sebanyak apa bait kususun di sini

Sebesar apapun kata yang kutulis di sini

Tak akan berarti

Bukan,

Bukan karena Ibu tak lagi peduli denganku

Bukan juga karena Ibu tak memiliki rindu yang sama

Tapi karena kutahu

Nyatanya…

Ibu tak mengenal tulis dan baca

Bu,

Sungguh aku merindumu

Pada setiap helaian waktu.

Foto dari blogspot

Advertisements

One thought on “Bait Rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s