Squid Jigging Fest 2014

Ruang tunggu Kuala Terengganu Sultan Mahmud. Rame!

Ruang tunggu KLIA menuju Terengganu. Rame!

Tulisan sebelumnya tentang prolog Squid Jigging Terengganu ada di sini

Sebelumnya, saya minta maaf kepada pihak penganjur yang sudah mengundang saya karena saya baru menuliskan satu demi satu perjalanan ini. Ada beberapa alasan tentunya, sepulang dari Terengganu, handphone saya hilang. Sementara catatan-catatan perjalanan ada di hape semuanya. Jeleknya kualitas foto karena saya menggunakan setingan RAW+L (resiko kamera pinjem nggak diutak-atik) juga menyebabkan saya malas untuk menulis :(. Terima kasih banyak untuk Anas Abas atas kepercayaannya mengundang saya.

Jumat, 11 April 2014.

Pukul lima pagi, saya sudah beranjak dari kosan menuju Bandara Soekarno-Hatta menaiki taksi. Saat itu saya masih ngekos di daerah Ciputat, jadi saya tidak mau terjebak macet, meski jadwal penerbangan pukul 09.40 pagi. Dalam email yang dikirim oleh Sham, panitia dari Gaya Travel yang mengundang, keberangkatan saya bareng dengan Novi dan Mas Yudas. Sebelum berangkat ke Malaysia, saya mencari beberapa teman. Selain Novi dan Mbak Olyp yang sudah saya kenal, ada juga Mas Yudas dari jakarta dan Syauki dari Aceh. Saya, Novi, Mbak Olyv dan Syauki merupakan perwakilan dari blogger. Sedang Mas Yudas, dari media. Serta masih ada lagi beberapa media Indonesia lainnya yang diundang.

Sampai di bandara sudah pukul enam pagi lewat (berapa saya sudah lupa) Novi belum sampai di bandara, sedang Mas Yudas sudah sampai di bandara. Setelah kami bertiga kumpul, kami menikmati sarapan pagi di salah satu kedai cepat saji yang ada di bandara sambil berbincang-bincang. Tak lama, kami langsung chek in dan menuju ruang tunggu.

Menaiki pesawat MH 712 kami bertiga duduk dalam satu barisan kursi, saya, Novi dan Mas Yudas. Meski sering bolak-balik Indonesia-malaysia, Malaysia-Indonesia saya tak pernah sekalipun menaiki pesawat Malaysia Airlanes (MAS) Ya, iyalah…. mahal bo! πŸ˜€ majikan saya nggak mampulah beliin tiket mahal-mahal :D. jadi hari itu, untuk pertama kalinya saya naik pesawat MAS #Ndhesoooo.

Sampai di Kuala Lumpur International Air Port (KLIA) jam 12.40. Kami transit di KLIA sebelum kembali terbang ke Terengganu jam 19.45. Menunggu petang, kami menyusuri bandara KLIA mencari tempat istirahat, shalat dan makan siang. Siang itu, kami menikmati hidangana nasi ayam. Menghabiskan waktu sampai menjelang pukul tujuh petang, kami ngobrol-ngobrol dan bertukar pengalaman. Setelah shalat ashar, baru kami menuju imigrasi untuk chek out menuju penerbangan domestik.

12

Sampai di ruang tunggu penerbangan domestik, suasana riuh. Kursi-kursi ruang tunggu sudah penuh oleh orang dari berbagai ras. Saya tak terfikir kalau mereka semua adalah para peserta Squid Jigging dari berbagai negara. Saya sempat ngobrol dengan salah satu cewek yang akan ke Terengganu. Dia orang Kuala Lumpur, belajar di Terengganu. Cewek ini nggak tahu kalau ada acaraSquid Jigging. Dia bingung lihat ruang tunggu dipenuhi sama orang-orang bulek.

“Saya pelik, macam nak pegi luar negara pulak sebab ramai sangat mat saleh,” katanya. Nah, saya, kan, lama di Malaysia. Lumayanlah masih bisa ngomong bahasa dialek melayu :D.

Tepat pukul 19.45 kami memasuki pesawat. Tempat duduk kami masih sama, bertiga. Sampai di Kuala Terengganu Sultan Mahmud pukul 20.40. Di Bandara Sultan Mahmud, kami sudah dijemput oleh panitia dari Gaya Travel. Minum petang pun sudah disediakan. Tak lama kami sampai, Syauqi dan Mbak Olyp pun sampai. Mereka naik Air Asia dari Kuala Lumpur. Mbak Olyv nggak bareng sama kami karena ia berangkatnya sore hari. Sebelum berpisah menuju mobil yang akan membawa kami ke Primula Beach Hotel untuk menikmati makan malam dan pembukaan Squid Jigging.

Satu mobil, saya bersama dengan teman-teman dari Thailand. Oweiiii… saya nggak bisa bahasa Inggris. Jadilah seperlunya saya ngomong sama Kun (yah, saya ingat yang cewek namanya Kun) Mungkin karena lelah, saya makan tak begitu banyak. Pun dengan peserta yang lain, makanan di atas meja masih terhidang banyak. Sambutan-sambutan dari jajaran panitia menemani makan malam kami. Juga dijelaskan tentang tata cara memancing cumi. Ternyata ada lombanya dengan hadiah puluhan ribu ringgit. Wow!

Setelah makan malam, barulah kami diantarkan ke penginapan kami masing-masing. Dari seluruh peserta yang hadir, kami dibagi 7 hotel. Jauh-jauh pula hotelnya :D. Sewaktu berjalan menuju bus, ada seorang anak perempuan yang berjalan di depan saya, sepertinya ia anak Indonesia. Setelah bersay halo, rupanya dia memang dari Indonesia. Tika namanya, reporter dari majalah Kaver Medan. Tika, datang sendirian tanpa ditemani fotografer. Karena teman fotografernya salah satu keluarganya ada yang meninggal.

Bersama dengan Tika saya menginap di Grand Puteri Hotel. Selain saya dan Tika, ada Kun beserta dengan kawan-kawannya dan akak dari Malaysia yang saya lupa namanya 😦 ini faktor U dan kelamaan jadi nama pun semuanya lupa 😦

Mbak Olyp dan Novi, katanya satu hotel. Syauqi dan Mas Yudas juga katanya satu hotel.

Dijemput

Penjemputan di Β Kuala Terengganu Sultan Mahmud

Makan malam dan pembukaan

Makan malam dan pembukaan

Selamat datang, selamat datang....

Selamat datang, selamat datang….

Grand Puteri Hotel

Grand Puteri Hotel tempat menginap saya

Advertisements

20 thoughts on “Squid Jigging Fest 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s