Taman Sari Gua Sunyaragi

Taman Sari Gua Sunyaragi

Taman Sari Gua Sunyaragi

“Jadi dulu Abi waktu kecil suka mandi di belakang itu?” saya menunjuk sebuah kolam yang airnya tak begitu banyak karena musim kemarau. Rumput di sekitarnya pun meranggas karena panas.

“Iya, kalau siang Abi suka berenang di kolam. Bahkan Abi sering ngumpet di kolam. Mimi (ibunya Abi) sering marah kalau nyari Abi nggak ketemu-ketemu.”

Abi menjelaskan sedikit perihal kolam di belakang sebuah pendopo di Gua Sunyaragi. Saat berkunjung ke Gua SUnyaragi bersama dengan Abi dan Ummi itu menyenangkan. Karena saya banyak diceritakan seluk beluk dan asal muasal Gua Sunyaragi. Malam sebelumnya Abi juga sudah cerita serba sedikit mengenai Gua Sunyaragi.

Menurut Abi, Gua Sunyaragi adalah petilasan untuk keluarga Keraton yang ingin menyepi. Sunya dari kata sunyi dan ragi berasal dari kata raga, keduanya merupakan bahasa sansekerta. Abi juga bercerita, kalau dulu rumahnya Mimi berdekatan dengan Gua Sunyaragi dan ketika Gua Sunyaragi ada pemugaran dari dinas pariwisata setempat, rumah orang tua Abi dibeli oleh pihak pemerintah menjadi bagian dari Gua Sunyaragi. Jadi menyusuri Gua Sunyaragi bersama dengan Abi dan Ummi itu dapat banyak cerita.

Dari pertama masuk, Abi mengajak saya melewati bekas rumah Abi. Saya ditunjukan tentang kolam di halaman belakang, juga bekas sumur yang ada di sebelah rumah.

“Dulu di sini jadi pembuangan mayat, Nak. Bukan hanya mayat prajurit Indonesia, tapi juga mayat-mayat orang Belanda. Bekas senjata juga banyak yang dibuang ke dalam sini,” bergidik saat Abi menjelaskan hal tersebut. Saya jadi teringat Goa Lubang Jepang di Bukitinggi. “Dulu waktu Abi kecil sempat lihat waktu sumur ini digali.” hrrrrr…. ini masuk edisi semi horor.Β Itu belum edisi cerita tentang rupa-rupa hantu yang ada waktu Abi kecil dulu di sekitaran Gua Sunyaragi. #YangIniSekipAja

Dari sumur, Abi dan Ummi mengajak saya masuk ke Gua Sunyaragi. Eh, waktu itu ada keponakan Abi juga, nding. Saya lupa namanya.

“Ini namanya Gua Pawon, Nak. Di sini tempat untuk masak dan menyimpan makanan,” owh, ternyata meskipun menyepi ada tukang masaknya juga waktu itu. “Nah, kalau di sini banyak jin miska.” kata Abi menjelaskan. Apa maksudnya jin miska? Konon, menurut Abi jin miska bisa memasak (Eh, ini kudu ditulis lain kayaknya)

Dari Gua Pawon, saya diajak ke Gua Peteng yang bersebalahan dengan Gua Klanggengan. Di depan Gua Peteng ini ada patung perawan sunti. Konon, menurut hikayat cerita dan mitos yang ada ketika seorang perawan menyentuh patung ini akibatnya dia menjadi sulit jodoh. Saat diterangkan demikian, saya hanya senyum aja dan tak berusaha memegang patung tersebut. Bukan masalah pada saya mempercayai mitos, tapi lebih kepada menghargai kearifan lokal daerah setempat. Yang ngajarin demikan Om Christ πŸ™‚

Di depan Gua Peteng dan Gua Klanggengan ada sebuah makam. Konon, kata Abi itu makamnya istri Sunan Gunung Jati, Ong Tin, putri keturunan Raja Cina yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Eh, ini bener, gak, makamnya Ong Tin ada di Sunyaragi?

Saya kembali diajak menelusuri gua-gua yang ada di Sunyaragi. Saya juga diajak masuk ke dalam gua yang gelap. Abi seperti sudah hapal seluk beluk dalam gua dari berbagai sisi. Abi juga menjelaskan tempat mana saja yang biasanya buat menyepi. Ini kalau sendirian, mah saya nggak bakalan berani :/

Saya juga diajak menyusuri gua yang lagi-lagi konon menurut Abi dulunya menjadi jalan ke Cina dan Mekkah. Dua tempat ini berada di dekat meja besar yang sepertinya untuk makan besar dan berkumpul keluarga raja-raja. Malam sebelumnya, Abi cerita mengenai mitos dua pintu ini. “Secara logika, dua pintu ini adalah kemustahilan menuju dua negara. Tapi hampir setiap pagi, ketika Abi berkunjung ke situ ada sisa sayap-sayap laron. Artinya, tempat ini kalau malam ada cahaya.” dan besoknya ketika saya berkunjung ke sana memang iya ada bekas sayap laron (tapi saya mendadak inget Upin dan Ipin :D)

Nulis Gua Sunyaragi segini dululah. Sepertinya harus banyak baca mengenai sejarah Gua Sunyaragi yang unik dan banyak jadi bahan penelitian dari para ahli sain.

Dulu belakang itu rumah orang tuanya Abi

Dulu belakang itu rumah orang tuanya Abi

Nampak belakang

Nampak belakang

Kolam belakang

Kolam belakang

Pas musim hujan lebih sejuk

Pas musim hujan lebih sejuk

IMG_20150131_164546

Gua Peteng

Gua Peteng

IMG_20140928_095443

IMG_20140928_100845

Bangsal Jinem

Bangsal Jinem

Makam Putri Ong Tin

Makam Putri Ong Tin

Musim kemarau

Musim kemarau

Musim penghujan, kembali lebih sejuk

Musim penghujan, kembali lebih sejuk

IMG_20150131_165520

IMG_20150131_165147

Foto ini diambil dalam dua masa dengan hape seadanya. Bulan September Β ketika musim kemarau dan panasnya membakar meraja di atas kepala juga Β bulan Februari saat musim penghujan. Bulan Maret ke sana lagi, tapi nggak ambil foto, soale saya nongkrong doang hehehe… Bersambung

Advertisements

8 thoughts on “Taman Sari Gua Sunyaragi

  1. Pamela Fitrah says:

    dulu katanya dgn gua ini bs lsg ke Mekkah ini deket bgt sm rumah saya dulu wktu msh tgl d crb tp sayanya malah gk pernah ke sana cm denger cerita ceritanya aja. saya malah lebih sering ke kuningan πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s