Dreamville Hostel, Penginapan Murah di Kuala Lumpur

dv13

Dari kiri ke kanan, Mbak Oliv, Sham, saya, Emily dan Mas Danan

Dreamville Hostel, Penginapan Murah di Kuala Lumpur. Dreamville Hostel ini tak jauh dari bandaraya Kuala Lumpur. Kalau dari bandara KLIA, juga nggak begitu jauh. Menuju ke Dreamville Hostel dari KLIA bisa naik bus, turun di KL Central, baru dari KL Central naik Light Rail Transit (LRT) terus turun di stasiun Setiawangsa. Kalau naik ERL pun demikian, dari KLIA menuju KL Central, baru kemudian naik LRT  di Setiawangsa.

Rabu, 20 April 2016 saya selamat mendarat di Bandara Kuala Lumpur Internasional Air Port (KLIA2). Alhamdulillah, perjalanan dimudahkan. Sampai di bandara, saya janjian dengan Mas Danan dari Batam, yang sudah sampai lebih dulu. Dari KLIA 2, kami berdua akan menuju KLIA 1 menemui tukang kuburan a.k.a Mbak Olivia Bendon. Dengan sedikit drama sesat, alhamdulillah lagi, saya bertemu dengan Mas Danan. Jam sudah menunjukan pukul 22.00 lewat. Awalnya, saya mau makan dulu, tapi berhubung ingin menyingkat waktu, saya batalkan dan langsung mengajak Mas Danan membeli tiket ERL. Menaiki Express Rail Link (ERL) yang hanya membayar RM. 2 saja saya dan Mas Danan langsung meluncur ke KLIA 1. Owh ya, mengenai bandara KLIA 2, dulu saya pernah nulis di anazkia.com dan sempat beberapa kali dimention orang yang nanya mau ke KL gara-gara tulisan itu :D. Oke, lanjut ke topik….

Eh, ngomong-ngomong ngapain saya ke KLIA? Ini dalam rangka undangan Eat Travel Write (ETW) Selangor. Perihal ETW ini kudu ditulis lain pula nanti 🙂

Sampai di KLIA 1, saya dan Mas Danan mencari Mbak Oliv. Di Whatsapp, Sham sudah mengarahkan saya, dari KLIA nanti diminta naik taksi menuju jalan Jelatek. Setelah bertemu dengan tukang kuburan, kami langsung mencari taksi dan sempat ada mis komunikasi. Ni bab tak banyak tanya, memang sesat jadinya. Beli kupon taksi, bayar RM. 2 kami ikut mengantri di pintu tak jauh dari counter taksi. Setelah beratur, rupanya taksi yang kami naiki ada di lantai 1. Gubraks!!! 😀 Sedang waktu, semakin malam….

dv14.jpg

Dari kiri ke kanan, Wan, Sham, saya, Emily dan Mas Danan

Kalau tidak salah ingat, hampir jam 12 malam waktu Malaysia kami sampai di Dreamville Hostel Kuala Lumpur. Disambut Sham di depan hostel, kami turun dari taksi. Ya, karena Sham masih menunggu kami dengan setianya. Berdekatan dengan stasiun Setiawangsa, saya tidak asing dengan tempat tersebut. Karena waktu tinggal di Malaysia, saya sering melewati tempat itu. Jadi, lumayan kaget juga pas tahu di belakang stasiun ada penginapan. Ya iyalah…. Selama di Malaysia kan nggak pernah nginep-nginep di luar kalik 😀

Hostel tersebut ada di deretan ruko. Melewati tangga yang tak begitu tinggi, akhirnya kami sampai di Dreamville Hostel. Pertama kali masuk, langsung disambut ruangan yang homey banget. Ruangannya nggak begitu besar, tapi susunan perabot yang diletakan dengan kemas membuat mata sedap memandang. Ada meja resepsionis yang mungil. Dinding dengan cat biru dekat meja resepsionis, ada berderet jam dinding berwarna putih. Sham mengenalkan kami dengan Wan, pemilik hostel yang kelihatan amat pemalu (pemalu sebab belum kenal). Di situ juga sudah ada Emily Lowe, salah seorang blogger Malaysia.

dv.jpg

Pada sibuk 🙂

Sham menyilakan kami beristirahat. Tapi kami tidak menerima tawarannya, karena langsung sibuk mengabadikan setiap sudut Dreamville Hostel. Sambil sibuk mengambil gambar, Wan sedikir bercerita mengenai hostel barunya. Menurutnya, hostel ini masih baru, awal bulan April didirikan. Tapi, meski masih baru, saya lihat kamar-kamarnya sudah dipenuhi dengan tetamu dari mancanegara. Di dekat ruang tv, ada pantri yang menyajikan beberapa makanan ringan untuk sarapan juga bisa untuk cemilan. Saya langsung membuat teh manis, karena memang masih lapar 😀

dv8.jpg

Ruang resepsionis

Tak lama berbincang-bincang, Sham meminta izin pulang karena hari sudah mendekati pukul 1 pagi. Dikarenakan saya belum makan malam, saya mengajak Mbak Oliv dan Mas Danan makan. Loh, katanya di hostel ada makanan? Iya, ada makanan roti dan lain-lain yang kurang mengenyangkan. Karena saya butuh makanan berat :D! Eh, ya, sebelum pulang, Sham memberi kami uang untuk beli makan malam :D. Nah! baik sangat kan dia ini

Wan menunjukkan tempat makan terdekat dari hostel. Tak jauh dari hostel, ada tempat makan besar kedai mamak berderet-deret. Kami menuju salah satu kedai makan, memesan masing-masing teh tarik dan char kue tiauw yang setelah dimakan enak banget dan harganya pun amat sangat murah. kami makan bertiga habis RM. 19.50. Selesai makan, kami kembali ke hostel dan berbincang-bincang. Hostel ini murah, dekat tempat makan yang murah-murah pula. Rekomen banget buat para backpacker dengan minim bajet. Ya, karena setelah bertanya dnegan Wan, satu malam di Dreamville Hostel hanya RM. 35 saja.

Jangan takut nggak bisa ke mana-mana, karena Dreamville dekat dengan stasiun LRT yang bisa dengan mudah menuju KLCC, KL Central (dari sini bisa ke mana-mana di pusat kota, Bukit Bintang dll) tapi ingat, kalau nginepnya di Dreamville, jalan-jalan di pusat kotanya jangan sampai kemalaman. Karena seingat saya, LRT itu tidak sampai 24 jam 🙂 jadi, ingat-ingatlah kalau berjalan…

Seperti yang ditulis di awal, Dreamville Hoste sangat mudah dijangkau dari bandara dan ia tak jauh dari pusat kot 🙂

Terima kasih, Sham, Wan, Mbak Olivia, Mas Danan dan Emily. Saya bisa tidur nyenyak di hostel 🙂 kalau Mbak Olivia kedinginan karena pas kena AC 😀

dv5.jpg

Jangan takut kelaparan

dv6.jpg

Di sini adalah spot wajib foto 🙂

dv7

Tukang kuburan dan Mas Danan sibuk

dv11.jpg

Ini kamarnya

dv2.jpg

Tak jauh dari dreamville ada kedai makan yang enak dan murah 🙂

dv1.jpg

Teh tarik dan char kue tiew

Dreamville Hostel Kuala Lumpur
Add: 20-1, Jalan Jelatek 2, Jelatek Business Centre, 54200 Kuala Lumpur., Malaysia.
Web: http://www.dreamvillehostel.com
Email: dreamvillehostel@gmail.com
Tel: 017-6570699

 

Advertisements

20 thoughts on “Dreamville Hostel, Penginapan Murah di Kuala Lumpur

  1. Suci says:

    Aku udah baca kemarin, tapi balik lagi 🙂 Ini bisa jadi referensi kalo backpackeran lagi sama temen. Kalau sama keluarga sepertinya agak repot ya ka, karena hitungannya per bed. But over all, walau tempatnya kecil tapi kelihatan rapih dan bersih, and it’s very important for me 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s