Kembali Mengunjungi Kota Jogja

hs1

Pesona Homestay Jogja, berada di Jalan Celeban, Gang Pandu No. 484 Tahunan. Koleksi foto milik Mbak Irma

Jogja itu seperti kota berjuta cerita. Berjuta orang pula ingin selalu mengunjunginya. Meski sekarang semakin sesak dan pengap karena banyaknya wisatawan dan bermacam bangunan, orang-orang tak pernah jera mengunjungi Jogja. Termasuk saya, tentu saja.

Kamis, 29 September 2016, Mbak Zuhana (a.k.a) Mbak Prit menghubungi saya via inbox facebook. “Minta whtasapp, Mbak. Tanggal 14-16 Oktober ada waktu luang, nggak? Jalan, yuk!”

“Oktober?”

“Iya. Kita ketemuan di tengah piye? Kosonginlah…”

Saya mengernyitkan dahi. Menghitung tanggal, kira-kira di tanggal segitu ada acara apa enggak.

“Jogja, yuk, Mbak?”

“Duh, harus Jogja banget, ya?

“Tinggal jawab kosong apa enggak?” Mbak Hanna menjawab chat sambil tertawa.

“Dikosong-kosongin, sih, bisa. Tapi kalau ke Jogja kayaknya mustahil.”

Begitulah. Bermula dari pada suatu hari saya memajang foto sepasang suami istri Mbak Hanna dan Mas Hakim di instagram, berbuntut panjang saya diajak ke Jogja untuk bertemu mereka. Sampai kemudian saya berkelakar, “Tahu begitu, kemarin selain bilang kangen juga kepengen naik haji. Siapa tahu bisa ketemuan di Mekkah.” Yang disambut lagi dengan balasan chat tertawa oleh Mbak Hanna.Β Konon, menurut Mbak Hanna, saya akan diajak bertemu dan menginap di salah satu homestay milik temannya Mbak Hanna.

Tak lama kemudian, pemilik homestay tersebut menghubungi saya. Ia menceritakan serba sedikit mengenai guest house yang baru dirintisnya beberapa bulan yang lalu. Guest house dengan konsep rumah ini dinamakan Pesona Homestay Jogja. Pun tak lupa, ia mengirimkan beberapa foto homestay via whatsapp. Demikianlah, setelah chit-chat dengan pemilik homestay, saya segera mencari tiket berangkat dan pulang ke Jogja untuk tanggal 14-16 Oktober. Sampai kemudian, akhirnya saya berangkat dari Jakarta pada Kamis, 13 Oktober 2016.

Kamis, 13 Oktober 2016 saya menuju stasiun Senen langsung dari kantor Palmerah. Saya menaiki kereta pukul 11 malam. Diperkirakan sampai di Jogja pukul 07.00 pagi. Berangkat meniki gojek dari kantor menuju Stasiun Senen, pukul 21.00. Karena sudah malam, jalanan tidak begitu macet. Saya janjian dengan Mas Tito, salah satu pegawai pemilik homestay yang mengamanahkan speaker kepada saya untuk dibawa ke Jogja. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Tak sulit bertemu dengan Mas Tito dan saya tak terlambat datang ke stasiun seperti beberapa bulan sebelumnya yang saya pernah tertinggal kereta ketika hendak ke Jogja πŸ˜€

Tepat jam 23.00, kereta mulai meninggalkan Jakarta. Sayup-sayup, tak lama setelah kereta beranjak saya sudah lelap. Meski masih mendengar hiruk pikuk gurauan penumpang, juga lalu lalang petugas kereta api yang menjajakan makanan. Tak ada keterlambatan kereta, tepat mendekati pukul 07.00 kereta sudah sampai di Stasiun Lempuyangan.

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya, saya akan dijemput oleh Mbak Widhi. Yang kemudian saya baru tahu, dialah orang super sibuk selama kami di Jogja (leader Pesona Homestay Jogja). Mungkin, saya harus menulis khusus untuk Mbak Widhi dan teman-teman yang sudah bertungkus lumus menyambut kami selama di penginapan.

Dari stasiun Lempuyangan ke homestay, jaraknya tak seberapa jauh. Menaiki sepeda motor, tidak sampai 10 menit. Teman-teman dari Jember dan Purwokerto kata Mbak Widhi masih tertidur. Karena mereka begadang sampai menjelang pagi. Mbak Widhi mengantarkan saya Β ke penginapan. Kata Mbak Widhi, di penginapan ini akan ada teman-teman dari Jakarta lainnya. Di Pesona Jogja Homestay, ada enam rumah yang disewakan. Nama-nama rumah di sini, seperti tempat-tempat pariwisata di Jogja, Borobudur, Prambanan dan beberapa lainnya.

hs2.jpg

Kamar utama

Sampai terlebih dahulu dan sendirian, membuat saya lebih leluasa untuk mengelilingi seluruh sudut ruangan. Di rumah ini, ada tiga kamar. Satu kamar utama di lantai bawah, dilengkapi dengan kamar mandi di dalam. Kemudian ada ruang tamu, ruang makan dan dapur. Naik ke atas, ada lagi dua kamar dengan satu kamar mandi di luar. Cukup luas dan sangat leluasa untuk dua orang dalam satu kamar. Pun masih ada ruang kosong di depan lantai dua, dan ada banyak tanaman.

hs5.jpg

Masih di kamar utama

Puas berkeliling setiap sudut ruangan, saya kembali masuk ke kamar. Mandi, kemudian menikmati sarapan yang sudah disiapkan oleh pihak homestay. Dan setelahnya, tidur… πŸ˜€ bersambung di anazkia.com

hs 4.jpg

Kamar mandinya bersih dan terawat

hs 3.jpg

Ada water heaternya ^_^

hs6.jpg

Ruang tamu disambung ruang makan

hs7

Ada dapur juga

hs9

Salah satu kamar di atas

jeruk

Salah satu tanaman di lantai dua, jeruk sambal πŸ™‚

bunga kertas.jpg

Juga bunga kertas ini

hs10.jpg

Sarapan pagi saya ^_^

 

Advertisements

27 thoughts on “Kembali Mengunjungi Kota Jogja

    • anazkia says:

      Rp. 250, Mbak
      Kalau nyewanya sebulan, malah jatuhnya 3 juta perbulan. Karena ada yang disewakan buat kos-kosan juga (per kamar harga segitu)

  1. titintitan says:

    eh? murah bgt mba ya, 250 per malam.
    ini kan rumah yah, bukan kamar kaya hotel πŸ˜€

    yaaah, mba kalo bersambung di sana titin susah komeeen πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s