Tulisanku

Kalau anazkia.com Tiada, Akankah Anazkia Juga tak Ada?

hosting

Awal-awal tampilannya kayak gini. Sekarang, sudah berubah lagi ๐Ÿ˜€

Perihal mulanya begini, sejak pertama kali menggunakan anazkia.com, semua yang ngurus dan bayar itu Bang Atta. Jadi, saya hanya tahu pakai saja. Iya, selama lima tahun menggunakan dot com saya nggak pernah bayar. Yang bayarin semua Bang Atta. Baik banget teman-teman saya ini, kan? Terima kasih banyak, Bang Atta. Terima kasih juga buat Mak Wina.

Continue reading “Kalau anazkia.com Tiada, Akankah Anazkia Juga tak Ada?”

Advertisements
curhat

Bukan Karena Banyak Uang, Tapi Karena Banyak Kemauan

anaz

“Bahkan ada lho, Kak, yang inbox saya mau pinjam uang.”

“Yah, memang gitu, Mbak. Saya juga sering dikira banyak duit. Padahal mereka nggak tahu kayak gimana saya nabung.”

“Saya bahkan sampai jalan-jalan kere, Na. Entah tidur di mana, entah makan di mana.”

Continue reading “Bukan Karena Banyak Uang, Tapi Karena Banyak Kemauan”

curhat, Perjalanan

Belajar Dari Mbak Olyvia Bendon

Hyak ampunnnnn ini dua-duanya gayanya preman banget, ya :D ahahahahaha
Hyak ampunnnnn ini dua-duanya gayanya preman banget, ya ๐Ÿ˜€ ahahahahaha (eh, ini pinjem dokumentasi fotonya si Snoopy ^_^

Pemanasan sebelum menulis serial ngukur jalan gratisan ke Trengganu ๐Ÿ˜€

Suasana caffe siang itu benar-benar hingar. Ratusan awak media dan blogger dari berbagai negara ngantri untuk mengambil hidangan. Sebagian besar peserta yang ada di ruangan tersebut sebelumnya bermandi-manda di pulau Redang. Lapar, tentu saja. Tak heran kalau dalam sekejap hidangan yang disediakan di caffe pun lenyap :D. Bahkan kami (saya, Mbak Olyv, Novi dan Tika) yang tak ikut bermandi-manda pun sudah dilanda lapar. Maklum, di pulau Redang tempat mandi sebelumnya tak ada satu pun manusia yang berjualan. Sejauh mata memandang ย tepian laut, hanya tepian, pepohonan, bangunan dan orang-oranglah yang kami jumpa. Tanpa ada makanan sedikitpun. Tak ayal, kami pun mengkhayal baso dan mie instant ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ™‚

Continue reading “Belajar Dari Mbak Olyvia Bendon”