Posted in curhat

Kenapa dulu Bisa Menulis apa Saja?

Iya, ya? Kenapa dulu bisa menulis apa saja? Sekarang, mau nulis apa pun kudu mikir. Nggak tahu pula mau nulis apa. Padahal, niatnya banyak. Dan niat ingin kembali menulis itu sejak lama selalu ada. Menulis hal-hal kecil, sederhana, dan yang paling dekat dengan diri saya. Tahun lalu, sepulang dari Bekasi terdetik betul-betul ingin kembali menulis. Tapi, ndilalahnya ketika buka blog anazkia dot id kok tumben-tumbenan nggak ada yang view sama sekali. Penasaran, rupanya blog domain dot id saya sudah mati. Dan sudah lebih dari satu bulan. Mahal kalau kudu nebus. Aduhai…

Ada-ada saja.

Kali ini, perasaan saya biasa-biasa saja. Tidak begitu kehilangan seperti waktu anazkia dot com hilang yang kasusnya juga sama. Terlewat dibayar. Beginilah kalau domain blog yang ngurus orang lain. Email tagihan tidak masuk ke email pribadi. Pikir saya, toh yang anazkia dot id tiga tahun terakhir rasanya hanya untuk menulis untuk job saja. Sudah amat jarang menulis hal remeh temeh, hal-hal kecil yang kerap dijumpa. Elah, tapi mau jumpa apa kalau tiap hari kerjaannya di rumah saja? Elah, ngeles aja saya ini. Dulu, tahun 2009-2012 juga di rumah aja bisa nulis macam-macam.

Di Instagram, saya mengenal satu akun. Namanya, Mbak Evylia. Saya lupa kenal beliau di mana. Tapi, rasanya belum lama. Mungkin dari saling follow di Blogger Crony. Entahlah. Toh, ada beberapa juga yang tahun lalu saling follow, tapi yang saling berhubung itu tidak banyak. Mbak Evylia, lagi ikutan 30 Hari Menulis cerita, atau apalah saya lupa. Event tahunan yang dari dulu pengen banget saya ikuti, tapi sampai hari ini saya nggak berani. Alih-alih turut serta di ajang menulis itu, sekarang saya justru kurang suka. Lho, kenapa? Sederhana. Tiap pengumuman 30 Hari Bercerita hadir, itu di akhir tahun. Menjelang pergantian tahun di mana saya tahu jatah hidup semakin berkurang, tapi kelakuan belum ada baik-baiknya. Tapi, event tahunan itu bikin diri cepet-cepet intropeksi juga. Biar nggak gini-gini aja.

Kembali ke Mbak Evylia, saya suka baca tulisannya. Gaya menulis beliau, memang selera saya. Dan, rezekinya setiap Mbak Evylia posting kok pas saya buka Instagram. Nggak semua lewat, tapi untuk teman baru di Instagram postingan Mbak Evylia sering muncul. Algoritma, seperti mentakdirkan saya mengenal Mbak Evylia. Tulisan Mbak Evy pendek-pendek saja. Tapi, endingnya sering bikin mikir. Kayak “Tilik”, ada juga tulisan mengenai ibunya, juga yang terakhir mengenai “Niat”. “Niat” mengetuk-ngetuk hati kecil saya yang sudah berkali-kali ingin kembali menulis tapi selalu tertangguh. Alasannya, sederhana dan simpel. Selalu menunda nanti, nanti, nanti sampai sepuluh tahun kemudian…

Sebetulnya, sudah sejak awal tahun saya membuka blog WordPress ini. Blog yang amat jarang dijengkuk, kecuali ketika anazkia dot com mati. Dan sekarang, kembali dilirik ketika anazkia dot id menghilang. Beberapa orang kaget ketika tahu saya biasa saja anakia dot id tiada. “Tapi, saya mengenal kamu dari blog, Mbak. Masa kamu santai gitu blognya nggak ada?” itu tanya Mbak Dian waktu kami ketemuan. Yah, gimana, ya… Rasa kepemilikan saya di dunia blog beneran menghilang. Pengen banget gitu ada lagi. Tapi, teman-teman lama udah jarang banget yang nulis. Jadi, pas anazkia dot id hilang yah saya mikir masih ada akun Worpress, Kompasiana, Indonesiana dan media sosial.

Niatnya, yah kembali menulis. Terutama di Kompasiana. Tidak muluk-muluk menulis banyak atau rajin banget. Minimal, seminggu satu pun sudah lumayan. Di Kompasiana, sudah berencana lama kembali menulis tentang hal-hal Malaysia.

Rasanya, saya harus berterima kasih kepada Mbak Evylia. Karenanya, niat kembali menulis itu memang betul-betul ada. Dan perlu pemantik. Mbak Evylia, adalah pemantiknya. Sebelum menulis ini, tadi saya berkunjung ke blog Mbak Evy, di sini. Nampaknya, beliau suka membaca buku. Tapi, dari Instagram juga sudah kelihatan kalau Mbak Evylia suka membaca.

Yah, sementara nulis ini dulu. Menulis apa saja seperti dulu kala. Bertemu orang baru, menceritakan di blog dan semoga bisa ketemu. Hehehehehe

Advertisement

4 thoughts on “Kenapa dulu Bisa Menulis apa Saja?

  1. Haiii Mbak Anazkia, seneng deh bisa saling kunjung di blogzone πŸ˜€. Kaget dong ada diriku di tulisannya Mbak πŸ˜„. Aku ikut 30haribercerita itu juga spy terpacu nulis lagi. Hayuk kita bareng2 menulis, mumpung ada temennya 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s